Wednesday, November 2, 2011

Makalah sejarah teknologi informasi


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Alasan penulis memilih judul pada makalah ini karena system komunikasi di Indonesia memiliki sejarah yang perlu diketahui dalam perkembangan system tersebut.

Salah satunya dalam pembangunan internet pada tahun 1992 hingga 1994 yang merupakan pencetus kemodernan system komunikasi dewasa ini.

Dan hal itu perlu diketahui oleh para generasi muda untuk menambah wawasan dalam bidang komunikasi yang begitu komplek

B.      Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan pada makalah ini dimaksudkan untuk mengetahui sejarah system komunikasi di Indonesia beserta manfaat yang akan didapat dari mengetahui hal tersebut.

C.      Problematika

1.                    Bagaimana sejarah perkembangan system komunikasi di Indonesia?
2.                    Hal apa saja yang mendorong perkembangan system komunikasi di Indonesia?
3.                    Bagaimana sikap kita dalam menyikapi perkembangannya?

D.     Landasan Teori

Komunikasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “commonicatio” yang berarti makna yang sama. Manusia adalah mahluk social yang perlu berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi merupakan hubungan antara seseorang yang merupakan sumber dengan orang lain sebagai penerima.

System komunikasi dapat secara langsung maupun tidak langsung. Sebelum berkembangnya komunikasi modern, masyarakat Indonesia menggunakan komunikasi secara langsung yaitu dengan saling bertemu dan berkomunikasi.

Setelah perkembangannya masyarakat Indonesia menggunakan komunikasi secara tidak langsung dengan menggunakan teknologi yang ada seperti internet, handphone dan lain-lain

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Sejarah Perekembangan Sistem Komunikasi di Indonesia

Tokoh yang berjasa dalam pembangunan internet di Indonesia di tahun 1992 hingga 1994 antara lain RMS Ibrahim, Suryono adiSoermata, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo. Mereka telah menyumbangkan kontribusi keahlian dan dedikasinya dalammembangun jaringan computer di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti Kompas berjudul “jaringan computer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 dan awal 1991. Juga beberapa artikel pendek Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektron ITB di tahun 1989.

Perkembangan awal internet Indonesia berasal dari kegiatan amatir radio khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1968. berbekal pesawat Tranciever HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama dengan computer Apple II milik Onno W. Purbo.

Belasan mahasiswa ITB seperti Harya Sudirapratama J. Tjandra Pramudito, Suryono Adisoemarto bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto dan Achmad Zaini. Robby Soebiakto seorang pakar di antara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah teknologi packet radio TCP/IP. Teknologi ini kemudiadn diadopsi oleh BPPT, LAPAN, dan ITB menjadi tumpuan paguyubanNet pada tahun 1992-1994. robby Soebiakto menjadi coordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network). Sejak tahun 2000 AMPR-net Indonesia dikoordinasi oleh Onno W. Purbo.

Koordinasi dan aktivasinya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan dikoordinasi melalui mailing list ORARI, seperti orari-news@yahoogroups.com

Di tahun 1986-4987 awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990 komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan rekannya sesame amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walki talkie, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik amatir radio kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan amatir radio ini.

RMS Ibrahim, motor di balik operasionalnya Internet di UI. Ia pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protocol UUCP yang lebih sederhana dari pada TCP/IP digunakan terutama untuk mentransfer e-mail dan newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (CCTLD) yang kemudian hari dikenal sebagai IDNIC[1].

Pada awal tahun 1990-an Muhammad Ihsan seorang staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur, Bogor didukung oleh pimpinannya Adriyanti dalam kerjasama dengan DRL (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan computer menggunakan teknologi pacet radio pada band 70cm dan 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DRL Jerman. Protocol TCP/IP dioperasikan di atas protocol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.

Firman Siregar merupakan salah satu seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas system operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. Iptaknet masih menggunakan protocol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DRL Jerman.

Departemen perindustrian pada saat di bawah menteri Tungki Ariwibowo telah menjalankan BBS pu data. Diprin.go.id dalam mengolah data Departemen Perindustrian. Di masa awal perkembangan BBS Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di Jakarta. Pada kahir tahun 1992 Soeryono Adisoemarta kembali ke Indonesia. Kesepakatan tersebut tidak disia-siakan oleh anggota Amatir Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazailin. Dengan didukung oleh Adi Indrayanto mereka mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB, UI, BPPT, LAPAN, Pusdata, Deprin merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik dari pada ITB.

Berawal dari teknologi radio paket 1200 bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an  memperoleh sambungan liesed line 14.4 Kbps di RISTI Telkom sebagai bagian dari Ipteknet akses internet tetap diberikan kepada perintis internet lainnya. Tahun 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (A13) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IXX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting.

Pada tahun 1989-1990-an, para mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai membangun tempat diskusi di internet. Salah satu tempat diskusi Indonesia di internet yang pertama berada di Indonesia@janus.berkeley.edu. Berawal dari mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar mahasiswa Indonesia di luar negeri pemikiran alternative beserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list legendaries di Janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list di Indonesia terutama di host oleh server di ITB & egroup.com. mailing list kemudian menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di internet Indonesia. Di bawah pimpinan Sanjaya pada tahun 1994 Indonesia mulai beroperasi.

Pada tahun 1994 IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya mulai beroperasi. IndoNet merupakan ISP komersial pertama di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai kode teks dengan shell account, browser lynx and email client pine pada server AIX. Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses luar negeri. Dengan memakai remote browser lynx di AS, maka pemakai internet di Indonesia bisa akses internet (HTTP).

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend kea rah e-comerce dan warung internet yang satu danlainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. E-commerce kemudian dibangun komunitas di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroup.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.

Para penyelenggara warnet banyak berkumpul di asosiasi-warnet@egroups.com. Pada tanggal 25 Mei 2000 merupakan hari kelahiran asosiasi warnet yang terbentuk di kantor Dikmenjur. Asosiasi Warnet tersebut diketuai oleh Rudy Rusdiah, Aldiansyah sebagai bendahara (disarikan dari Habib Mustofa Sejaarah 3 IPA Yudhistira). Pada tahun 2002-an muncul Presidium Asosiasi Warnet dipimpin oleh Judith MS, Michael Sunggiardi dan Abdullah Koro.

Dapat disimpulkan tentang perkembangan teknologi informasi dan respon masyarakat terhadap globalisasi kaitannya dengan teknologi informasi komunikasi :

1.       Pada decade 80-an merupakan tahap pengenalan teknologi computer masih merupakan barang mewah, penggunanya ilmuwan/cendikiawan, masyarakat masih awam.
2.       Decade 90-an penggunaan computer mulai digunakan untuk layanan public kantor negeri maupun swasta, sudah masuk ke tahap komersialisasi, internet mulai diperkenalkan meskipun terbatas pada kalangan elit mahasiswa, ilmuwan, cendikiawan. IndoNet mulai beroperasi, masyarakat mulai bisa mengakses internet, masih sangat terbatas.
3.       Mulai decade 2000-an internet mulai dimanfaatkan lebih luas untuk layanan public, komersialisasi dan bisnis yang menjanjikan. Sampai sekarang perkembangan computer dan internet sudah tidak mampu dibendung.

Globalisasi menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindari.

B.      Pemecahan Masalah

Hal yang mendorong system komunikasi antara lain adanya keinginan masyarakat Indonesia dalam kemudahan berkomunikasi satu dengan yang lain.

Sikap yang perlu dilakukan adalah kita harus tetap mengambil dampak positif dari system tersebut dan tidak perlu mengambil dari dampak negative, karena dari dampak positif itu sendiri akan menciptakan kesinambungan dengan system yang lainnya.

BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan

Dari makalah ini penulis mengambil kesimpulan bahwa sejarah perkembangan system komunikasi di Indonesia dari masa ke masa begitu signifikan dalam peningkatannya, hingga mencapai kekomplekan penggunaan untuk dewasa ini.

B.      Saran

Dari sejarah perkembangan system komunikasi di Indonesia perlu ditingkatkan agar dapat bersaing sehat dengan negara yang lebih maju dalam system komunikasinya.

DAFTAR PUSTAKA

Tim MGMP Sejarah, Modul dan LKS Sejarah XII semester 1 dan 2. Prasasti. 2006.
Abar, Ahmad Zaini. 1994. “Kekecewaan Masyarakat dan Kebebasan Pers”. Prisma. Jakarta : LP3ES.

No comments:

Post a Comment